Sistem kekerabatan suku Banjar pada umumnya adalah sama, untuk daerah seluruh Kalimantan Selatan. Suku Banjar mendasarkan kekerabatan mereka menurut garis dari keturunan ayah dan garis keturunan ibu atau bilateral. Tetapi di akui bahwa dalam hal-hal tertentu terutama yang menyangkut masalah kematian, perkawinan yang menjadi wali asbah adalah garis dari pihak ayah. Dalam hal masalah keluarga besar dan pengertian keluarga besar, maka berlaku garis keturunan ayah dan garis keturunan ibu, keduanya diberlakukan sama.

Masyarakat suku Banjar mengenal istilah Bubuhan, yang dimaksud dengan istilah bubuhan dalam masyarakat Banjar adalah kelompok kekerabatan yang merupakan kumpulan dari keluarga batih yang merupakan satu kesatuan. Bentuk dari kelompok bubuhan ini paling sedikit mempunyai lima unsur atau ciri sebagai berikut :

1. Mempunyai suatu sistem norma yang mengatur kelakuan warga kelompok.

2. Mempunyai rasa kepribadian kelompok yang didasari rasa kesadaran oleh semua warganya.

3. Aktivitas berkumpul warga kelompok bubuhan pada waktu-waktu tertentu.

4. Adanya suatu sistem hak dan interaksi serta kewajiban dari warga bubuhan.

5. Adanya satu orang yang ditokohkan dalam kelompok bubuhan ini.

Bubuhan ini yang menurut pengertian Sosiologi adalah keluarga besar, yaitu yang terdiri dari dua keluarga batih atau lebih yang masih mempunyai hubungan keturunan satu sama lain, baik menurut garis keturunan ayah atau ibu. Keluarga bubuhan, yang disebut keluarga besar, tetapi disebut pula keluarga luas. Dari perkawinan terbentuklah suatu kelompok kekerabatan yang sering disebut keluarga inti atau keluarga batih. Satu keluarga batih terdiri dari satu suami dan satu istri (atau lebih). Selama satu tahun tersebut, keluarga batih baru ini diberi kesempatan untuk mengerjakan sawah atau ladang sendiri dan orang tua istri, mereka selalu membantu kehidupan keluarga baru ini. Tetapi kalau keluarga baru ini belum mempunyai kemampuan hidup berpisah dari rumah keluarga istrinya, kecendrungan menetap dalam keluarga istri ini disebut matrilokal atau uksorilokal. Kalau ikut di keluarga pihak suami disebut patrilokal. Kalau mereka telah mempunyai kemampuan untuk hidup sendiri dan berpisah dari orang tua (dari istri atau suami) disebut neolokal.

About these ads